Merajut Kolaborasi Internasional: PBSI FKIP UNIVET Bantara Gaungkan Bahasa Indonesia ke Dunia melalui pelaksanaan Implementation of Agreement (IA) dengan Universitas Burundi di Bujumbura, Afrika Tengah.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara), secara resmi melaksanakan kegiatan Implementation of Agreement (IA) pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama akademik internasional yang telah terjalin antara UNIVET Bantara dan Universitas Burundi di Bujumbura, Afrika Tengah. Momentum ini menandai komitmen kedua institusi dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan melalui bahasa dan budaya.

Pelaksanaan IA ini menjadi langkah konkret dalam merealisasikan nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati. Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan ini mencerminkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa. Dalam konteks globalisasi, kerja sama lintas negara seperti ini menjadi sangat penting untuk menciptakan ruang dialog akademik yang inklusif dan produktif.

Perwakilan dari Universitas Burundi, Célestin Havyarimana, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. Ia menilai bahwa pengembangan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang baru dalam pertukaran pengetahuan dan budaya. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas di kedua negara.

Lebih dari sekadar kerja sama akademik, inisiatif ini mencerminkan semangat kolaborasi global yang berorientasi pada masa depan. Bahasa Indonesia, melalui program BIPA, tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga jembatan diplomasi budaya yang mampu memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia ke kancah internasional. Di sisi lain, keterlibatan mitra dari Afrika Tengah memperkaya perspektif lintas budaya yang sangat berharga dalam dunia pendidikan.

Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat fasilitasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVET Bantara. Dukungan kelembagaan yang kuat menjadi faktor kunci dalam memastikan kelancaran pelaksanaan sekaligus keberlanjutan program kerja sama di masa mendatang. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra internasional menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan inspiratif.

Sebagai sebuah langkah awal, kegiatan IA ini diharapkan menjadi fondasi bagi berbagai program kolaboratif lainnya, seperti pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum internasional. Lebih jauh lagi, kerja sama ini menjadi bukti bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk melampaui batas geografis dan budaya, serta mampu menjadi motor penggerak perubahan positif di tingkat global. Admin.

One thought on “Merajut Kolaborasi Internasional: PBSI FKIP UNIVET Bantara Gaungkan Bahasa Indonesia ke Dunia melalui pelaksanaan Implementation of Agreement (IA) dengan Universitas Burundi di Bujumbura, Afrika Tengah.

  1. Selamat atas pengukuhan Prof . Dr. Dewi Kusumaningsih sebagai guru besar dalam bidang ilmu linguistik .Pencapaian ini bukan hanya tentang prestasi tapi juga bukti nyata bahwa dedikasi nya di dalam dunia pendidikan itu mampu memperkuat kuliatas akademik dan dapat menjadi teladan dan contoh bagi semua generasi muda. Semoga dengan adanya guru besar mampu mendorong meningkatnya kualitas pendidikan bahasa di lingkungan kampus.
    ( Abda Aisha Rahmawati)

  2. •Tugas Bahasa Indonesia

    Berdasarkan artikel yang berjudul “Ikuti Sosialisasi PKM dan P2MW, Mahasiswa PBSI Univet Bantara Perkuat Persiapan Proposal” , kegiatan sosialisasi PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) untuk mahasiswa PBSI Universitas Veteran Bantara bertujuan memperkuat persiapan proposal. Secara subyektif, kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pemahaman teknis tentang skema pendanaan dan penyusunan proposal, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang penelitian atau usaha.

    Namun, sayangnya sosialisasi semacam ini sering kali bergantung pada tindak lanjut berupa pendampingan intensif dan motivasi internal mahasiswa itu sendiri. Tanpa adanya praktik langsung dan bimbingan dari dosen atau yang lainnya, pemahaman yang didapat bisa saja hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, meskipun inisiatif dari pihak kampus patut diapresiasi, mahasiswa perlu didorong untuk segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam draf proposal, sehingga kegiatan sosialisasi tidak berhenti.

    (Meila Ismi Auliasari)

  3. Menurut saya, pelaksanaan Implementation of Agreement (IA) antara PBSI FKIP UNIVET Bantara dan Universitas Burundi merupakan langkah konkret dalam menginternasionalkan Bahasa Indonesia melalui program BIPA. Kegiatan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menunjukkan komitmen nyata dalam membangun kerja sama akademik yang berkelanjutan.
    Bagi mahasiswa, kolaborasi ini membuka peluang untuk memperluas wawasan global serta terlibat dalam program internasional seperti pertukaran pelajar dan penelitian bersama. Namun, yang terpenting adalah memastikan keberlanjutan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.

  4. Menurut saya, artikel ini menunjukkan bahwa langkah PBSI FKIP Univet Bantara dalam menjalin kerja sama internasional merupakan upaya yang sangat Positif dan strategi. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan citra kampus di tingkat global, tetapi juga berperan penting dalam memperkenalkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa ke dunia internasional. Selain itu, kolaborasi ini dapat membuat peluang besar bagi mahasiswa dan dosen untuk berkembang, baik dari segi akademik maupun wawasan global. Dengan adanya kerja sama seperti ini, saya menilai bahwa pendidikan di Indonesia, khususnya dalam bidang bahasa, semakin maju dan mampu bersaing di kancah internasional.
    (Trisna Putri Damayanti (2552000080))

  5. Kesimpulannya Menurut saya, kegiatan Implementation of Agreement (IA) antara Program Studi PBSI FKIP UNIVET Bantara dan Universitas Burundi merupakan langkah positif dalam membangun kerja sama pendidikan internasional, karena tidak hanya memperkuat hubungan akademik, tetapi juga memperluas wawasan global melalui bahasa dan budaya. Program ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan BIPA sebagai sarana diplomasi budaya, serta membuka peluang pertukaran ilmu, penelitian, dan interaksi lintas budaya. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan antarnegara dan berpotensi memberi dampak luas bagi masyarakat global.
    Muhammad Yusuf Wafa Amru (2552000081)

  6. Menurut saya, artikel ini menunjukkan bahwa PBSI Univet Bantara cukup progresif dalam mengembangkan kerja sama internasional, terutama dalam membawa bahasa Indonesia ke ranah global. Upaya seperti ini penting karena bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan diplomasi budaya.

    Secara keseluruhan, artikel ini memberikan gambaran bahwa dunia pendidikan, khususnya di bidang bahasa, sedang bergerak ke arah globalisasi. Kampus tidak lagi hanya fokus pada lingkup lokal, tetapi juga berusaha berkontribusi secara internasional, meskipun masih perlu penguatan dalam implementasi dan evaluasi hasilnya.

    Nama: Rida Hasanah
    NIM: 2552000109

  7. Baru-baru ini, saya merasakan sebuah tamparan kesadaran yang begitu mendalam setelah melakukan penelusuran yang komprehensif terhadap gebrakan luar biasa yang dihasilkan oleh program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di Univet Bantara. Dalam pengamatan saya, ternyata reputasi sebuah institusi yang mengesankan tidak muncul begitu saja melalui kebetulan, melainkan dibangun dengan penuh ketekunan dan strategi yang matang. Hal ini terlihat jelas dari bagaimana institusi tersebut secara bertahap berhasil mengatasi berbagai tekanan manajerial yang dihadapi. Selama proses ini, mereka telah mampu mengubah tantangan-tantangan tersebut menjadi bagian integral dari budaya akademik yang nyata dan berkelanjutan.

    Bagi saya, sebagai mahasiswa yang masih dalam tahap awal belajar pedagogi dasar di semester kedua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), situasi di mana seluruh ekosistem kampus beroperasi dengan intensitas yang sangat tinggi terasa sangat mencengangkan. Target-target ambisius terkait hilirisasi riset, yang jelas menjadi beban bagi para pengajar, serta adanya tuntutan konkret agar karya-karya kreatif yang dihasilkan oleh mahasiswa mendapat pengakuan dan dukungan dalam kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional, tidak bisa diabaikan begitu saja. Realitas ini merupakan fenomena yang hadir dengan berbagai tantangannya, di mana adrenalin saya terkadang memuncak, sementara di sisi lain, saya juga merasakan ketakutan yang membuat diri sedikit mundur.

    Satu hal yang sangat mengejutkan adalah bagaimana materi tata bahasa kebangsaan, yang selama ini sering kali hanya disajikan dalam bentuk hafalan teori yang kaku di ruang kelas, ternyata mampu diintegrasikan dan dibawa keluar hingga mencapai Universitas Burundi di benua Afrika Tengah. Kerja sama lintas negara ini merupakan bukti konkret bahwa bahasa Indonesia dapat berfungsi sebagai alat diplomasi budaya yang sangat efektif, terutama ketika arah kurikulumnya diarahkan oleh pemikiran-pemikiran yang tidak terikat oleh kebiasaan atau norma yang ada. Tekanan yang konsisten dari pimpinan lembaga tersebut, pada akhirnya, berhasil menciptakan lingkungan yang mirip kawah candradimuka, di mana mental seluruh anggota sivitas akademika dilatih secara intensif agar mampu bertahan dan bersaing di bawah standar pendidikan global yang semakin ketat dan menantang. Maneuver yang dilakukan oleh institusi ini memang bisa dibilang sangat supralogis dan di luar dugaan.

    Ikhwan Yudi Pradana (2552000089)

  8. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara), secara resmi melaksanakan kegiatan Implementation of Agreement (IA) pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama akademik internasional yang telah terjalin antara UNIVET Bantara dan Universitas Burundi di Bujumbura, Afrika Tengah. Momentum ini menandai komitmen kedua institusi dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan melalui bahasa dan budayaPerwakilan dari Universitas Burundi, Célestin Havyarimana, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. Ia menilai bahwa pengembangan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang baru dalam pertukaran pengetahuan dan budaya. Menurutnya, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada institusi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas di kedua negara.Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat fasilitasi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVET Bantara.Sebagai sebuah langkah awal, kegiatan IA ini diharapkan menjadi fondasi bagi berbagai program kolaboratif lainnya, seperti pertukaran mahasiswa, penelitian bersama

  9. Langkah yang dilakukan oleh PBSI FKIP Univet Bantara bukan sekadar kerja sama formal, tetapi merupakan strategi nyata dalam membawa bahasa Indonesia ke panggung internasional. Kolaborasi dengan universitas di Burundi menjadi bukti bahwa bahasa dapat menjadi jembatan budaya sekaligus alat diplomasi yang kuat.
    Kegiatan ini mencerminkan keseriusan institusi dalam menghadapi era globalisasi pendidikan, tidak hanya berfokus pada pengembangan internal tetapi juga aktif membangun relasi global yang berdampak pada peningkatan kualitas akademik dan reputasi kampus. (Cinta Aprilania Siswanto 2552000113)

  10. Saya mengapresiasi langkah UNIVET Bantara yang cukup berani ini. Sebagai perguruan tinggi yang belum terlalu dikenal secara nasional, mampu menjalin kolaborasi hingga ke Afrika Tengah adalah pencapaian yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
    Gagasan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai jembatan diplomasi budaya melalui program BIPA adalah ide yang sangat strategis dan patut didukung. Begitu pula pilihan Afrika sebagai mitra sebuah keputusan visioner di tengah kecenderungan kampus-kampus Indonesia yang masih berorientasi ke Asia Timur atau Eropa.
    Intinya, niat dan arahnya sudah tepat. Tinggal satu hal yang perlu dibuktikan jangan berhenti di tataran seremonial, tetapi wujudkan dalam program yang nyata dan terukur.
    Nama: Fadhilah Irsyad
    NIM: 2552000103

  11. Kegiatan Implementation of Agreement (IA) ini merupakan langkah strategis dan positif dalam memperluas peran Bahasa Indonesia di kancah global. Kolaborasi antara Universitas Veteran Bangun Nusantara dan Universitas Burundi tidak hanya memperkuat hubungan akademik internasional, tetapi juga menjadi sarana efektif diplomasi budaya melalui program BIPA. Diharapkan kerja sama ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi serta masyarakat luas.

  12. Menurut saya, kerja sama ini bisa dilihat sebagai strategi institusi untuk meningkatkan daya saing dan reputasi di tingkat internasional. Melalui pelaksanaan IA dan program BIPA, PBSI FKIP UNIVET Bantara tidak hanya menyebarkan Bahasa Indonesia, tetapi juga membangun citra sebagai kampus yang aktif dalam kolaborasi global.
    Namun, dari sudut pandang ini, tantangannya adalah bagaimana memastikan kualitas program tetap terjaga dan tidak hanya berfokus pada perluasan kerja sama. Artinya, implementasi harus benar-benar memberikan hasil nyata, bukan sekadar pencapaian administratif.

  13. Sebagai mahasiswa, saya memandang bahwa inisiatif kegiatan IA ini merupakan sebuah langkah awal yang sangat strategis dalam membangun fondasi kokoh bagi berbagai program kolaboratif di masa depan. Kehadiran program-program seperti pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum internasional bukan sekadar rencana akademik, melainkan peluang emas untuk meningkatkan daya saing di kancah dunia. Lebih dari itu, kerja sama ini menjadi refleksi nyata bahwa pendidikan memiliki kekuatan transendental yang mampu melampaui sekat-sekat geografis dan perbedaan budaya, sekaligus memposisikan institusi pendidikan sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan positif yang berdampak luas di tingkat global. (Maranata Erlita Kristi)

  14. Kesimpulannya, pelaksanaan IA antara PBSI FKIP UNIVET Bantara dan Universitas Burundi menjadi wujud konkret penguatan kerja sama akademik internasional melalui pengembangan program BIPA sebagai media diplomasi budaya, yang tidak hanya memperluas pertukaran ilmu dan wawasan lintas budaya, tetapi juga berpotensi terus berkembang melalui berbagai program kolaboratif demi mendukung kemajuan pendidikan di tingkat global. Sinung Sagiri (2552000095)

  15. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara), secara resmi melaksanakan kegiatan Implementation of Agreement (IA) pada Selasa, 7 April 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama akademik internasional yang telah terjalin antara UNIVET Bantara dan Universitas Burundi di Bujumbura, Afrika Tengah. Momentum memperluas jejaring global sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan melalui bahasa dan budaya. Kegiatan ini mencerminkan keseriusan kedua belah pihak dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa. Kerja sama antar negara seperti ini sangat penting untuk menciptakan ruang dialog akademik yang produktif dan aktif. Perwakilan dari Universitas Burundi, Célestin Havyarimana, ia menilai bahwa pengembangan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka peluang baru dalam pertukaran pengetahuan dan budaya. Menurutnya, kolaborasi ini juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas di kedua negara. Dukungan kelembagaan yang kuat menjadi kunci dalam memastikan kelancaran pelaksanaan program kerja. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan mitra internasional menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan inspiratif. Kegiatan IA ini diharapkan menjadi fondasi bagi berbagai program kolaboratif lainnya, seperti pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan kurikulum internasional. Kerja sama ini menjadi bukti bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk melampaui batas geografis dan budaya, serta mampu menjadi motor penggerak perubahan positif di tingkat global. (Irwin Qur’anil Hakim | 2552000087)

  16. Selasa 7 April 2026, Universitas Veteran Bangun Nusantara menyelenggarakan kegiatan Implementation of Agreement (IA). Kegiatan ini merupakan kerja sama Universitas Veteran Bangun Nusantara dengan Universitas Burundi. Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara kedua belah pihak, khususnya dalam bidang pendidikan bahasa. Célestin Havyarimana, perwakilan dari Universitas Burundi, antusias terhadap kerja sama ini. BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memiliki potensi besar untuk mempererat hubungan antarbangsa. BIPA tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia ke internasional. (Zahra Luluaulia, 2552000096, 2C).

  17. Saya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar FKIP Univet Bantara. Langkah nyata Prodi PBSI dalam melaksanakan Implementation of Agreement (IA) dengan Universitas Burundi membuktikan bahwa institusi kita mampu bersaing di kancah internasional. Semoga hal ini semakin memperkuat eksistensi bahasa Indonesia di mata dunia. Nama: Muhammad Hafidz Fahrurozi, NIM: 2552000115

  18. Analisis PUEBI/EYD pada artikel tersebut menunjukkan bahwa penulisan kata depan dan nama geografi sudah tepat, namun penggunaan istilah asing seperti Implementation of Agreement seharusnya ditulis dengan huruf miring, serta perlu konsistensi penggunaan huruf kecil pada kata tugas di bagian judul agar sesuai dengan kaidah penulisan yang baku. Ahmad Anis S

  19. Kegiatan IA ini sangat bermanfaat bagi Univet Bantara , dapat membentuk potensi pengembangan kede agar kolaborasi ini semakin berdampak, PBSI FKIP UNIVET Bantara dapat merancang program jangka panjang, misalnya program magang atau pertukaran pelajar, pelatihan bahasa Indonesia untuk komunitas setempat, atau penelitian bersama tentang pembelajaran bahasa dalam konteks multibahasa. Dengan demikian, program ini tidak hanya menggaungkan bahasa Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa kerja sama internasional dapat diwujudkan secara nyata dalam aktivitas akademik sehari‑hari.

  20. Artikel ini mengulas tentang langkah Program Studi PBSI FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara dalam menjalin kerja sama internasional melalui Implementation of Agreement (IA) dengan University of Burundi di Bujumbura. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat dengan memperkenalkan Bahasa Indonesia ke kancah internasional. Kerja sama yang dilakukan tidak hanya sebatas kesepakatan tertulis, tetapi juga diwujudkan dalam berbagai kegiatan konkret seperti proses pembelajaran, pertukaran wawasan, serta pengenalan bahasa Indonesia bagi penutur asing. Menurut pendapat saya, kolaborasi ini memberikan dampak yang sangat baik karena dapat memperluas peran bahasa Indonesia di tingkat global sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan pengalaman internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Indonesia mulai berperan aktif dalam diplomasi budaya melalui bahasa
    (Zulfa Amelia Rolani 2552000108)

  21. Kegiatan kerja sama antara Universitas Veteran Bangun Nusantara dan Universitas Burundi ini menunjukkan langkah nyata dalam membawa Bahasa Indonesia ke tingkat internasional melalui program BIPA.
    Kerja sama ini merupakan usaha serius untuk saling berbagi ilmu, budaya, memperluas hubungan antarnegara dan kegiatan ini juga bisa jadi untuk program lain seperti pertukaran mahasiswa. Menurut saya, ini adalah langkah yang bagus karena pendidikan bisa jadi jembatan antarbudaya dan memperkenalkan Indonesia ke dunia yang lebih luas. (Chika Meyliawanti Santoso 2C)

  22. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara melaksanakan kegiatan Implementation of Agreement (IA) bersama Universitas Burundi, Bujumbura. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama akademik serta memperkenalkan bahasa Indonesia melalui program BIPA. Kedua pihak membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan. Kerja sama ini diharapkan dapat mempererat hubungan akademik dan budaya sekaligus memperluas pengenalan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

  23. Pada hari Selasa, 7 April 2026, Perjanjian Pelaksanaan (IA) dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP dari Universitas Veteran Bangun Nusantara bersama dengan Universitas Burundi di Bujumbura. Tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan kerja sama internasional di bidang pendidikan bahasa dan budaya, terutama melalui pengembangan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), yang digunakan untuk diplomasi pendidikan di Afrika Tengah. Perwakilan Universitas Burundi yaitu Célestin Havyarimana sangat mengapresiasi inisiatif tersebut karena dianggap dapat memperkuat hubungan antarnegara, mendorong pertukaran pengetahuan, dan memberikan keuntungan sosial-ekonomi bagi kedua belah pihak. Dari segi akademik, kerja sama ini menunjukkan komitmen UNIVET Bantara untuk meningkatkan pendidikan tinggi di seluruh dunia.

    (Meila Ismi Auliasari
    2552000101)

  24. Kegiatan Implementation of Agreement (IA) yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UNIVET Bantara bersama Universitas Burundi yang dilaksanakan pada Selasa, 7 april 2026 merupakan langkah nyata dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menunjukkan komitmen kedua institusi dalam mengembangkan program akademik secara berkelanjutan. Melalui program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), kerja sama ini menjadi sarana penting untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia internasional, khususnya di kawasan Afrika Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pertukaran ilmu pengetahuan, budaya, serta pengembangan riset dan kurikulum bersama. Cèlestin Havyarimana yang merupakan perwakilan dari Universitas Burundi menyambut baik inisiatif ini, secara keseluruhan, inisiatif ini mencerminkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antarbangsa. Diharapkan kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas, baik bagi institusi maupun masyarakat di kedua negara.
    (Firli Amelia Syahida_2552000098_2C)

  25. Berita tersebut membahas kerja sama Implementation of Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra dan Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET Bantara) dengan Universitas Burundi di Bujumbura, Afrika Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kerja sama akademik lintas negara dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mengembangkan bahasa Indonesia di kancah internasional. Program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memiliki potensi untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus membuka pertukaran pengetahuan dan budaya. Menurut saya, Kegiatan ini merupakan langkah yang positif, karena tidak hanya memperkuat hubungan antarnegara tetapi, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya melalui bahasa. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memiliki pengalaman yang luas dan relevan dengan perkembangan zaman. Maka, kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas peran bahasa Indonesia di tingkat dunia.

  26. Kegiatan Implementation of Agreement (IA) antara PBSI FKIP UNIVET Bantara dan Universitas Burundi menjadi wujud nyata kerja sama internasional yang berfokus pada pengembangan pendidikan bahasa, khususnya program BIPA Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat jejaring global dan diplomasi budaya, tetapi juga membuka peluang pertukaran akademik serta kontribusi positif bagi kedua institusi dan masyarakat luas
    nama:Daffa arta pratama
    nim:2552000107

  27. Kegiatan Implementation of Agreement (IA) antara Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara dengan Universitas Burundi merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Kolaborasi ini tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai sarana diplomasi budaya di tingkat global. Adapun pelaksanaan program BIPA dalam kerja sama ini menunjukkan komitmen nyata dalam mengenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia dan juga memiliki potensi besar dalam mempererat hubungan antarbangsa. Selain itu, sinergi lintas budaya yang terjalin diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi kedua belah pihak. Semoga dengan adanya kegiatan seminar ini menjadikan fondasi yang kokoh bagi pengembangan program kolaboratif lainnya, seperti pertukaran pelajar, penelitian bersama, dan inovasi kurikulum. Dengan demikian, kerja sama ini dapat memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan dan hubungan antarbangsa.

    Nama: Alisya Dea Ramdania
    NIM : 2552000145

  28. Kegiatan Implementasi Perjanjian (IA) antara PBSI FKIP UNIVET Bantara dan Universitas Burundi menurut pandangan saya adalah langkah yang sangat positif dan membanggakan. Kerja sama ini menunjukkan bahwa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya memfokuskan diri pada pengembangan di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga mulai berperan aktif di tingkat internasional. Kehadiran program BIPA dalam kolaborasi ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas di dunia. Selain itu, kerjasama semacam ini juga mencerminkan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana diplomasi budaya yang mampu mempererat hubungan antarnegara.

    Saya memahami kegiatan ini sebagai wujud nyata bahwa dunia pendidikan saat ini perlu bergerak secara global, terbuka, dan kolaboratif. Adanya hubungan akademik dengan universitas di Afrika Tengah tentu

  29. Menurut Saya, kerja sama antara PBSI FKIP UNIVET Bantara dan Universitas Burundi merupakan langkah yang sangat baik dalam memperkenalkan bahasa Indonesia ke dunia internasional. Program ini tidak hanya memperkuat hubungan antarnegara, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkolaborasi secara global.

    Saya berharap, kerja sama ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

  30. Langkah ini patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa perguruan tinggi daerah pun mampu menjangkau mitra internasional yang tidak lazim Afrika Tengah bukan destinasi kerja sama yang umum bagi kampus Indonesia. Ini menjadi nilai pembeda yang kuat. Namun, keberhasilan sejati bukan terletak pada seremonial penandatanganan, melainkan pada konsistensi implementasi program nyata ke depannya. Jika kolaborasi ini benar-benar menghasilkan pertukaran mahasiswa atau riset bersama, maka UNIVET Bantara telah membuktikan bahwa semangat global tidak harus menunggu status universitas besar. (NIM : 2552000083) (Nama : Luccyana Kynthya Subandono)

Komentar ditutup.