KKN UNIVET BERDAMPAK: Mahasiswa PBSI FKIP UNIVET BANTARA Hadir Mengoptimalkan Potensi Lokal melalui Inovasi dan Kolaborasi

Wonogiri, Juli–Agustus 2026 – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET BANTARA) Sukoharjo mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 ke tiga kecamatan di Kabupaten Wonogiri, yaitu Baturetno, Nguntoronadi, dan Manyaran. Kegiatan ini mengusung tema “KKN UNIVET BERDAMPAK: Sinergi Kampus dan Masyarakat dalam Mengoptimalkan Potensi Lokal dan Produk Unggulan Daerah melalui Inovasi dan Kolaborasi” dengan tagline “UNIVET BERGERAK, KKN BERDAMPAK.”

Melalui program tersebut, mahasiswa PBSI tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat desa. Berbekal kompetensi di bidang pendidikan, literasi, bahasa, sastra, dan komunikasi publik, mahasiswa berkolaborasi bersama pemerintah desa, sekolah, UMKM, kelompok masyarakat, serta generasi muda dalam mengembangkan berbagai program yang berdampak nyata.

Di Kecamatan Baturetno, mahasiswa menginisiasi program penguatan literasi masyarakat, pendampingan pembelajaran di sekolah, serta pelatihan penyusunan konten promosi digital bagi pelaku UMKM agar produk unggulan desa memiliki daya saing yang lebih luas.

Sementara di Nguntoronadi, mahasiswa fokus pada pengembangan potensi desa melalui edukasi literasi digital, pendampingan administrasi publik, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi wisata dan produk unggulan daerah.

Adapun di Manyaran, mahasiswa mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang meliputi penguatan budaya literasi di sekolah dan desa, pelatihan pembuatan konten kreatif, pendampingan branding produk lokal, serta kegiatan edukasi yang mendorong masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata semangat UNIVET BERGERAK, yaitu menghadirkan perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pengabdian.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIVET BANTARA, Dr. Muhlis Fajar Wicaksana, M.Pd., menyampaikan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan kepedulian sosial.

“KKN bukan sekadar program akademik, tetapi menjadi wahana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, memahami potensi daerah, serta menghadirkan solusi yang relevan melalui inovasi dan kolaborasi. Mahasiswa PBSI memiliki kompetensi dalam bidang literasi, komunikasi, dan budaya yang dapat menjadi modal besar untuk memberdayakan masyarakat serta memperkuat identitas lokal.”

Lebih lanjut, Dr. Muhlis berharap seluruh mahasiswa PBSI mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan di setiap desa lokasi KKN.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa PBSI di Baturetno, Nguntoronadi, dan Manyaran tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi juga mampu menumbuhkan budaya literasi, memperkuat promosi potensi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya inovasi yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat. Inilah makna dari UNIVET BERGERAK, KKN BERDAMPAK, yaitu hadir, berkolaborasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”

Melalui semangat KKN UNIVET BERDAMPAK, Program Studi PBSI FKIP UNIVET BANTARA berkomitmen terus mendorong mahasiswa menjadi insan akademik yang adaptif, kreatif, dan berkarakter, sekaligus mampu menjadi mitra strategis masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal dan produk unggulan daerah menuju pembangunan desa yang berkelanjutan. Admin.