“Smart Learning, Smart Life” Jadi Sorotan Webinar Nasional Romansa Sastra Vol. 4

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UNIVET BANTARA kembali menyelenggarakan kegiatan akademik nasional bertajuk Webinar Nasional Romansa Sastra Vol. 4 dengan tema “Smart Learning, Smart Life: AI, Media Sosial, dan Masa Depan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.” Kegiatan ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, guru, mahasiswa, dan pegiat literasi untuk mendiskusikan transformasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di era digital dan kecerdasan artifisial.
Webinar nasional tersebut akan dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen PBSI FKIP UNIVET BANTARA dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap perkembangan teknologi, media sosial, serta tantangan pendidikan abad ke-21.

Ketua panitia kegiatan, Sukarno, M.Hum., menyampaikan bahwa webinar ini diharapkan mampu memperkuat wawasan peserta mengenai pemanfaatan AI dan media digital dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi perlu direspons secara bijak dan kreatif agar mampu menjadi sarana penguatan literasi, karakter, dan kompetensi peserta didik di masa depan.
Sementara itu, Ketua Program Studi PBSI FKIP UNIVET BANTARA, Muhlis Fajar Wicaksana, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan budaya akademik yang inovatif dan kolaboratif. Webinar nasional ini juga menjadi media pertukaran gagasan terkait masa depan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai humanistik dan budaya bangsa.



Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, yakni Dr.Yoga Pradana Wicaksono, M.Pd., Dewi Kusumaningsih, M.Hum., dan Ermi Adriani Meikayanti, M.Pd. Diskusi webinar akan dipandu oleh moderator Pardyatmoko, M.Pd., yang akan mengarahkan jalannya forum ilmiah agar berlangsung interaktif dan produktif. tema dan materi dari bapak Dr.Yoga Pradana Wicaksono, M.Pd., menjelaskan terkait Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menandai era baru transformasi pedagogis yang berfokus pada personalisasi dan efisiensi literasi digital. Melalui penggunaan alat generatif dan sistem tutor cerdas, siswa kini dapat memperoleh umpan balik teknis secara instan untuk mengasah keterampilan menulis dan membaca, sementara peran pendidik bergeser menjadi fasilitator kritis yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap selaras dengan pelestarian nuansa budaya dan etika akademik.

Kesuksesan adaptasi ini sangat bergantung pada kolaborasi antara teknologi dan kearifan lokal guna menghasilkan generasi yang tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai emosional dan rasa bahasa yang tak tergantikan oleh mesin.

Dalam materinya yang bertajuk “Ekosistem Pembelajaran Sastra Adaptif,” Dr. Ermi Adriani Meikayanti, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran sastra di era digital perlu dikembangkan secara adaptif, kontekstual, dan bermakna dengan memadukan media konvensional serta media digital. Ia menjelaskan bahwa sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, penguatan literasi kritis, dan penanaman nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Dalam paparannya, Dr. Ermi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan platform digital seperti Webtoon, Wattpad, blog, dan media sosial sebagai inovasi pembelajaran sastra yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi dan kecerdasan buatan (AI) harus diposisikan sebagai pendamping (co-pilot) dalam proses belajar, bukan sebagai pengganti kreativitas manusia, sehingga peserta didik tetap produktif dalam menulis, membaca, dan mengapresiasi karya sastra.

“Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) dan transformasi digital kini menjadi pilar utama dalam meredefinisi masa depan bahasa dan sastra Indonesia, sebagaimana dipaparkan oleh Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih, M.Hum. Meskipun teknologi mampu mengakselerasi keterampilan teknis seperti penulisan kreatif dan analisis data, esensi sastra tetap berpijak pada pengalaman emosional, empati, dan imajinasi manusia yang tidak dapat digantikan oleh algoritma generasi cerdas diharapkan tidak hanya mahir memanfaatkan platform digital seperti Wattpad atau TikTok untuk mengekspresikan diri, tetapi juga bijak dalam menggunakan AI sebagai alat bantu tanpa kehilangan penalaran kritis dan jati diri budaya. Pada akhirnya, kolaborasi antara kecanggihan teknologi dan kearifan lokal menjadi kunci untuk membangun literasi digital yang inklusif sekaligus menjaga agar bahasa Indonesia tetap relevan dan hidup di tengah disrupsi zaman.

Selain seminar nasional, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berpartisipasi sebagai pemakalah. Batas pengumpulan abstrak ditetapkan pada 10 Mei 2026 dan pengumpulan full paper pada 31 Mei 2026. Artikel terpilih nantinya akan diterbitkan dalam luaran E-Book Chapter ber-ISBN IKAPI. Adapun biaya pendaftaran bagi pemakalah sebesar Rp100.000,-, sedangkan peserta umum dapat mengikuti webinar secara gratis. (Admin)