Dianita Siti Lestari, Mahasiswa PBSI Univet Bantara, Buktikan Disabilitas Bukan Batas Berkarya dalam Sastra

Surakarta — Sosok inspiratif datang dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara), Dianita Siti Lestari. Melalui kiprahnya sebagai penulis, aktivis disabilitas, sekaligus pelaku usaha mandiri, Dianita membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan berprestasi, khususnya dalam bidang penulisan karya sastra.
Dalam dialog inspiratif bersama Pro 4 RRI Surakarta dalam program “Obrolan Asta Cita”, Dianita berbagi perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Ia mengungkapkan bahwa ketertarikannya terhadap dunia menulis telah tumbuh sejak bangku sekolah dasar. Berawal dari menulis puisi sederhana, kini ia terus mengembangkan kemampuan literasinya dengan menulis puisi secara mandiri serta mulai merintis penulisan novel melalui platform digital.
Bagi Dianita, menulis bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan media refleksi diri. Ia mengaku bahwa proses kreatifnya sering muncul dari pengalaman emosional, terutama saat menghadapi situasi yang kurang menyenangkan. Dari situlah lahir karya-karya yang tidak hanya bersifat ekspresif, tetapi juga sarat makna dan kejujuran perasaan.

Selain aktif menulis, Dianita juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya dalam komunitas disabilitas. Ia kerap diundang dalam forum-forum diskusi dan kegiatan edukatif sebagai bentuk kontribusinya dalam menyuarakan kesetaraan dan pemberdayaan. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi, ia juga menjalankan usaha kuliner secara mandiri sebagai bentuk kemandirian ekonomi.
Dianita menegaskan bahwa kunci utama dalam meraih mimpi adalah kemauan dari dalam diri. Menurutnya, dukungan lingkungan tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan tekad pribadi untuk berkembang. Ia juga mendorong teman-teman disabilitas untuk tidak merasa minder, melainkan berani melangkah dan membuktikan kemampuan diri.
“Disabilitas bukanlah halangan. Kita semua memiliki kesempatan yang sama untuk berjuang dan meraih mimpi. Yang terpenting adalah niat dan keberanian untuk mencoba,” ungkap Dianita.
Ke depan, Dianita berharap dapat terus mengembangkan potensinya, baik dalam bidang sastra maupun aktivitas sosial. Ia juga berkeinginan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada generasi muda, khususnya siswa di sekolah luar biasa (SLB), agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri.
Kisah Dianita Siti Lestari menjadi bukti nyata bahwa semangat, ketekunan, dan keberanian mampu melampaui segala keterbatasan. Ia tidak hanya menginspirasi sebagai mahasiswa berprestasi, tetapi juga sebagai simbol ketangguhan generasi muda dalam meraih mimpi tanpa batas. (Admin)
link youtobe: https://www.youtube.com/live/zsQyY3j3-e0?si=Y6jO4JRUzG1USDq6