FLS3N Wonogiri 2026: Ajang Monolog Asah Bakat dan Literasi Seni Siswa Menuju Tingkat Nasional

Wonogiri, 28 April 2026Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang pendidikan menengah tingkat Kabupaten Wonogiri kembali digelar sebagai wadah strategis dalam mengembangkan potensi seni dan sastra siswa. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi kreatif bagi pelajar SMA/SMK/sederajat untuk menyalurkan bakat sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berbudaya, berprestasi, dan berdaya saing. Salah satu cabang lomba yang menjadi sorotan adalah monolog, seni pertunjukan teater tunggal yang menuntut kemampuan akting, penghayatan karakter, serta kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Mengusung tema “Ekspresi Seni Melestarikan Alam”, peserta didorong menghadirkan karya yang merefleksikan kepedulian terhadap lingkungan secara kreatif dan mendalam.

Pelaksanaan lomba monolog mengacu pada pedoman nasional dengan durasi 8 hingga 12 menit, serta penilaian yang meliputi aspek naskah, karakter peran, artistik, dan musik. Peserta diwajibkan menyajikan karya orisinal, bebas dari unsur plagiarisme, serta tidak mengandung unsur SARA maupun pelanggaran hak cipta. Melalui ajang ini, siswa tidak hanya dituntut menampilkan kemampuan seni pertunjukan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan moral dan kesadaran ekologis kepada masyarakat melalui karya yang komunikatif dan bermakna.

Salah satu juri cabang monolog, Pardyatmoko, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Univet Bantara, memberikan apresiasi terhadap kualitas peserta. Dari 18 peserta yang terlibat, ia menilai bahwa secara umum siswa memiliki potensi yang baik dan bakat yang menjanjikan. “Kekuatan naskah dan kemampuan akting yang ditampilkan sudah menunjukkan dasar penghayatan karakter yang cukup matang,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga menyoroti adanya beberapa kendala teknis yang masih dihadapi peserta, terutama terkait kesiapan latihan. Keterbatasan waktu latihan terlihat dalam beberapa penampilan yang belum maksimal dan masih memunculkan kesalahan teknis dalam adegan. Namun secara keseluruhan, kualitas penampilan peserta tetap berada pada kategori baik dan menunjukkan perkembangan yang positif.

Lebih lanjut, Pardyatmoko menegaskan bahwa potensi siswa-siswi Wonogiri sangat terbuka untuk bersaing di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya peningkatan intensitas latihan, pendampingan yang lebih terarah, serta bimbingan dari pelatih yang kompeten guna mengoptimalkan kemampuan peserta. Hal ini menjadi perhatian penting bagi sekolah dan pihak terkait dalam mendukung pembinaan seni secara berkelanjutan.

Harapannya para peserta terbaik yang berhasil lolos dari tingkat Kabupaten Wonogiri mampu melanjutkan prestasinya hingga ke tingkat provinsi dan nasional. Dengan bekal pengalaman dan evaluasi yang telah diperoleh, mereka diharapkan dapat tampil lebih maksimal dan kompetitif. Tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi juga meraih prestasi yang membanggakan serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.

Melalui FLS3N 2026, diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dan pengembangan diri bagi peserta. Evaluasi dari para juri diharapkan mampu menjadi refleksi untuk meningkatkan kualitas penampilan di masa mendatang, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul di bidang seni dan sastra hingga tingkat nasional. (Admin)