Peran Linguistik di Era AI: Strategi Cegah Eksploitasi Seksual di Media Digital

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-58, Universitas Veteran Bangun Nusantara menyelenggarakan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih pada Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Auditorium Univet Bantara. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pakar, dosen, pimpinan universitas, kolega akademik, serta seluruh civitas akademika.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Integrasi Linguistik dalam Artificial Intelligence (AI): Paradigma Linguistik sebagai Proteksi Eksploitasi Seksual dalam Lagu Dangdut Indonesia”, Prof. Dewi Kusumaningsih mengangkat isu strategis terkait pemanfaatan ilmu linguistik dalam menghadapi tantangan era digital. Ia menyoroti maraknya konten vulgar yang tersebar melalui media sosial, khususnya dalam lirik lagu dangdut yang berpotensi mengandung unsur eksploitasi seksual.

Melalui pendekatan interdisipliner, Prof. Dewi menjelaskan bahwa integrasi antara linguistik dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat menjadi solusi inovatif dalam mendeteksi serta memitigasi konten yang tidak layak. Analisis linguistik yang dipadukan dengan sistem AI dinilai mampu mengidentifikasi pola bahasa yang mengarah pada eksploitasi, sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengembangan sistem penyaring konten digital.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa paradigma linguistik tidak hanya berfungsi sebagai kajian teoretis, tetapi juga memiliki peran strategis dalam perlindungan sosial. Dengan pendekatan yang tepat, linguistik dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas ruang digital, terutama dalam melindungi generasi muda dari paparan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan budaya.

Prof. Dewi Kusumaningsih juga menyampaikan harapannya agar hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Aplikasi tersebut diharapkan mampu membantu orang tua, pendidik, serta pemangku kebijakan dalam melakukan pengawasan terhadap konten digital, sekaligus menjadi langkah preventif dalam menekan potensi eksploitasi seksual di media sosial.

Kegiatan orasi ilmiah ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Dies Natalis ke-58 Universitas Veteran Bangun Nusantara. Melalui forum ilmiah ini, universitas menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

“Peran Linguistik di Era AI: Strategi Cegah Eksploitasi Seksual di Media Digital” menggambarkan pentingnya sinergi antara ilmu bahasa dan teknologi kecerdasan buatan dalam menghadapi tantangan konten negatif di ruang digital. Melalui pendekatan linguistik, pola-pola bahasa yang mengandung unsur vulgar dan eksploitasi seksual—termasuk dalam lirik lagu dangdut—dapat diidentifikasi secara sistematis, kemudian diproses menggunakan teknologi AI untuk menghasilkan mekanisme deteksi dan penyaringan yang lebih efektif. Gagasan yang diangkat oleh Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih ini menekankan bahwa linguistik tidak hanya berfungsi sebagai kajian teoretis, tetapi juga sebagai alat proteksi sosial yang mampu melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak negatif konten digital, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem media yang lebih sehat dan beretika.

Sebagai simpulan, integrasi antara ilmu linguistik dan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagaimana digagas oleh Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi maraknya konten digital yang mengandung eksploitasi seksual. Linguistik tidak lagi terbatas pada kajian teoretis, melainkan berperan strategis sebagai instrumen proteksi sosial melalui pemanfaatan AI untuk mendeteksi dan menyaring bahasa yang tidak layak. Dengan demikian, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, edukatif, dan beretika, sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari dampak negatif media digital. Admin.